Rabu, 20 Juli 2011

Khayalan


ketika malam tiba 
tersadar kesunyian 
mulai merambah
menjamah pikiran 
mengisi kekosongan 
dengan lamunan
di balik khayalan

Harapan

selangkah demi selangkah
kutelusuri jalan setapak
mengikuti jejak langkahmu
yang mulai kering terbakar
terik mentari

berharap kutemukan
secercah harapan
kau tidak berpaling
di belakang hatiku

Saksi cintaku


langit bersaksi atas cinta
yang telah kuucapkan
di depan bulan dan matahari
merangkul dan menjagamu
sebatas umur 
yang telah diikhlaskan 
Pencipta dunia
kepadaku
teruslah percaya sebab
janjiku takkan berhenti
di persimpangan jalan

Happy Ending


Hati bersahabat dengan pikiran
Sejak kelahiran dimulai
Di awal kehidupan fana

Terlukis kembali ingatan
Masa lalu yang kian
Menyentuh kalbu
Mengingatkan kita akan
Berharganya hidup ini

Kecemasan hanyalah musuh
Tak terlihat, mencoba
merisau hati yang terdalam
Mengapa perlu disesali
Jika semua telah tergaris
Indah oleh Sang Pencipta

Yang terbaik takkan mungkin
Berbalik buruk
Jika iman terus Percaya
Ia ada disamping kita
Setiap saat memayungi
Semua langkah hingga
Nadi tak lagi berdenyut
Sampai happy ending
Teraih.

“Sejarah”


Sejarah mencatat kebenaran
Masa lalu yang mulai
Dilupakan di era baru
Baik dan buruk suatu fenomena
Hanya Tuhan yang tahu
Mengukir kembali  sejarah
Dengan prestasi bukanlah
Mustahil jika semua
Mengakar pada satu tujuan
Mencapai kemakmuran

“Haruskah kupercaya?”


Cintaku termakan janji
Yang berlalu usang seiring waktu
Menggores luka dalam hati
Saat kau pergi menjauh
Haruskah kini kupercaya
Obralan janji setia
Jika semua hanya muslihat.

“B3st Friend 4ever”

Walau waktu berlari
Usia matang kuraih
Namun sahabat sejati
Tetaplah abadi
Untuk selamanya

Keraguan


Hatiku terpasung rindu
Terperosok dalam jurang kesepian
Berkarat seiring waktu
Diterpa kesedihan
Percaya kini sirna
Keluhku tak bertuan
Keraguan menunggu belaianmu
Kembali ke pelukanku.

Sabtu, 05 Februari 2011

Akhir segalanya

bumi kembali diambang murka
tangis sedih membawa lautan
bertandang ke darat dunia
seperti mabuk perjalanan
ia muntahkan perapian yang membara
sambil membanting keras tubuh
hingga tulang rusuk retak dan patah
walau mau tapi enggan bangkit
menunggu kehancuran terakhir
“End of the day”.